memang kurang baik,” katanya saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (19/8).

Lutfianto diketahui sebagai tersangka kasus terorisme yang ditangkap di depan Mapolres Probolinggo Kota pada 13 Februari 2018. Dia diduga hendak menyerang anggota Polres Probolinggo Kota.

Saat itu, dia tengah berada di atas sepeda motor dengan membawa sebilah pedang. Polisi juga telah menggeledah rumah tersangka dan ditemukan barang bukti berupa buku jihad, sebilah pedang, dan dua senapan angin.

Kasus tersebut kemudian ditangani oleh penyidik Densus 88 Anti-teror Polri. Status hukum Lutfianto juga telah ditingkatkan menjadi tersangka.

Saat ini, jenazah telah dikebumikan di kampung halamannya. “Kami bantu orang tuanya berangkat ke Jakarta dan kami jemput sampai Bandara Juanda. Kami fasilitasi semua,” ucap Alfian.